Academic Sharing Session Program Studi S1 Ilmu Komputer UMBARA

Academic Sharing Session Program Studi S1 Ilmu Komputer UMBARA
Rekayasa Perangkat Lunak di Dunia Nyata: Dari Kebutuhan Pengguna hingga Sistem Berjalan

Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Sains, Teknologi, dan Komunikasi (FASTEKOM) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) kembali menyelenggarakan kegiatan Academic Sharing Session dengan tema “Rekayasa Perangkat Lunak di Dunia Nyata: Dari Kebutuhan Pengguna hingga Sistem Berjalan” pada Sabtu, 23 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting UMBARA.

Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri, Parera Jumano, M.Kom, selaku Manager ICT Integration PT Pertamina Bina Medika IHC, sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, narasumber membagikan wawasan serta pengalaman profesional mengenai transformasi digital dan integrasi sistem informasi di lingkungan rumah sakit modern. Materi yang disampaikan membahas bagaimana proses rekayasa perangkat lunak diterapkan secara nyata mulai dari analisis kebutuhan pengguna, pembangunan sistem, hingga implementasi dan integrasi layanan digital rumah sakit.

Acara turut dihadiri oleh Dekan FASTEKOM UMBARA, Rudi Haryono, M.Pd., serta Ketua Program Studi S1 Ilmu Komputer, Dede Latipah, M.Kom, bersama mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komputer yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Rudi Haryono, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran narasumber yang telah berbagi pengalaman profesional kepada mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa tema rekayasa perangkat lunak dan transformasi digital sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, khususnya dalam mendukung digitalisasi layanan kesehatan dan pengembangan sistem informasi yang terintegrasi.

Beliau juga menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami bagaimana perangkat lunak dibangun berdasarkan kebutuhan pengguna dan proses bisnis di dunia nyata. Menurutnya, kemampuan teknis harus diimbangi dengan pemahaman terhadap integrasi sistem, keamanan data, serta kemampuan problem solving yang baik.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Ilmu Komputer, Dede Latipah, M.Kom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan academic sharing session merupakan bagian dari upaya Program Studi S1 Ilmu Komputer UMBARA dalam menghadirkan pembelajaran berbasis DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja) kepada mahasiswa sesuai dengan visi dan misi program studi.

Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori pembelajaran di kelas, tetapi juga diberikan wawasan, pengalaman, serta pemahaman langsung mengenai implementasi teknologi informasi di dunia industri melalui kolaborasi dengan praktisi profesional.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu langkah strategis program studi dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi teknis, kemampuan problem solving, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja digital yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa Ilmu Komputer UMBARA memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi dasar dalam memahami teknis pelaksanaan pekerjaan di dunia industri, khususnya pada bidang rekayasa perangkat lunak, integrasi sistem, dan transformasi digital,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Parera Jumano menjelaskan bahwa rumah sakit modern memiliki proses bisnis yang kompleks mulai dari layanan rawat jalan, rawat inap, laboratorium, radiologi, farmasi, hingga administrasi dan keuangan. Seluruh proses tersebut membutuhkan sistem informasi yang saling terhubung agar pelayanan dapat berjalan cepat, akurat, dan efisien.

Beliau juga menjelaskan pentingnya penggunaan berbagai sistem inti rumah sakit seperti:

HIS (Hospital Information System)
LIS (Laboratory Information System)
RIS (Radiology Information System)
PACS (Picture Archiving and Communication System)
ERP dan integrasi dengan BPJS serta SATUSEHAT

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa integrasi sistem merupakan jantung dari transformasi digital rumah sakit karena memungkinkan pertukaran data antar aplikasi berjalan secara otomatis dan real-time.

Narasumber juga memaparkan berbagai tantangan implementasi sistem informasi, seperti:

Perbedaan format data antar aplikasi
Mapping master data
Risiko duplicate dan lost data
Downtime sistem
Sinkronisasi data antar layanan kesehatan

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai metode integrasi sistem seperti API Integration, Middleware, Enterprise Service Bus (ESB), dan Message Queue yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi modern.

Pada sesi penutup, narasumber menekankan bahwa transformasi digital rumah sakit membutuhkan talenta IT yang memiliki kemampuan teknis kuat, pemahaman proses bisnis healthcare, kemampuan adaptasi teknologi, serta problem solving yang baik.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan kompetensi di bidang rekayasa perangkat lunak dan sistem informasi kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Ilmu Komputer UMBARA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung terciptanya lulusan yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital.