Dosen Gizi Umbara Presentasi Di Temu Ilmiah Nasional (TIN) PERSAGI
Jakarta, 11 Juli 2025 – Prodi Gizi UMBARA turut hadiri kegiatan Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025 yang diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Temu ilmiah ini merupakan wadah kolaborasi dan diskusi ilmiah yang mempertemukan para ahli gizi, praktisi kesehatan, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam upaya memperkuat peran dan kemandirian ahli gizi dalam mendukung program makan bergizi secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan tiga beban gizi (tripple burden) di Indonesia – mulai dari kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan defisiensi zat giz mikro, dibutuhkan pendekatan strategis dan berkelanjutan yang dikawal langsung oleh tenaga gizi yang kompeten dan mandiri. Tema ini menekankan pentingnya kapasitas dan kemandirian ahli gizi dalam mengambil peran aktif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program gizi yang berkesinambungan, baik di tingkat komunitas, fasilitas layanan kesehatan, maupun institusi pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan, jejaring kolaborasi, serta peningkatan kompetensi dan semangat kemandirian para ahli gizi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat melalui pangan dan gizi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kegiatan TIN PERSAGI 2025 berlangsung selama dua hari dalam bentuk plenary dan symposium. Acara pembukaan dimeriahkan dengan Tari Daerah Provinsi DKI Jakarta, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Gizi, dan Himne PERSAGI, serta pembacaan doa.
Laporan Ketua Panitia TIN PERSAGI 2025 dan sambutan dari Ketua Umum DPP PERSAGI turut mewarnai seremoni pembukaan yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kepala Badan Gizi Nasional, dan Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah RI yang secara resmi membuka acara.
Ketua Panitia Temu Ilmiah Nasional 2025 PERSAGI, Dr. Marudut Sitompul, B.Sc., MPS dalam sambutannya menyampaikan,
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang berkontribusi, semoga acara ini membawa kemajuan signifikan dalam pengembangan profesi gizi di Indonesia, khususnya dalam memberikan masukan berharga kepada pemerintah terkait Program Makan Bergizi.”
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP PERSAGI, Ir. Doddy Izwardy, MA., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan dukungannya:
“Saya sangat mendukung acara TIN PERSAGI 2025 ini. Semoga kegiatan ini dapat mendukung transformasi kesehatan nasional sebagai upaya pemenuhan gizi dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang sesuai prosedur, pengawasan dan evaluasi yang efektif, serta adaptasi terhadap tantangan selama program berjalan.”
TIN PERSAGI 2025 hadir sebagai platform ilmiah terkemuka yang menyatukan para pemerhati di bidang gizi, tamu undangan dari pemerintah dan industri pangan, organisasi kesehatan dan gizi, serta para ahli gizi (nutrisionis dan dietisien) dan mahasiswa sarjana maupun pascasarjana. Tujuan utama acara ini adalah mencapai kemandirian profesi tenaga gizi melalui penguatan program pemerintah terkait makanan bergizi, demi menjamin kesinambungan program tersebut.
Selanjutnya, sesi pleno menghadirkan narasumber-narasumber kompeten di bidang Gizi Masyarakat, Gizi Klinik, Gizi Olahraga, Food Service, dan Teknologi Pangan. Topik-topik yang dibahas sangat relevan dengan kondisi gizi di Indonesia saat ini, yang masih menghadapi tantangan seperti stunting, anemia pada wanita usia subur, dan peningkatan prevalensi obesitas. Berkaitan dengan hal tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk menanggulangi masalah malnutrisi dan meningkatkan status gizi masyarakat.
Hari kedua dilanjutkan dengan simposium secara paralel dengan topik pembahasan berbeda yang dibagi menjadi 3 ruang, yaitu Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Indonesian Sport Nutrition Association (ISNA), dan Asosiasi Nutritionis Indonesia (ASNI). Acara terakhir diisi dengan presentasi artikel terpilih pada kegiatan Call for Paper TIN PERSAGI 2025 di masing-masing kelas.
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) diwakili oleh Kaprodi Gizi, Ika Puspa Windardi, sebagai peserta presentasi oral dengan judul: Profil Status Gizi, Anemia, dan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 5-7 Tahun. Luaran dari Call for Paper ini diharapkan menghasilkan kajian mendalam, prosiding terindeks ISBN.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan do’a dan foto bersama. TIN PERSAGI 2025 ini sebagai langkah nyata dalam memastikan bahwa ahli gizi Indonesia tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam advokasi kebijakan, edukasi masyarakat, dan penguatan sistem pangan lokal yang mendukung pola makan sehat dan aman.
Kemandirian ahli gizi adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif di masa depan. (IPW)